Kenapa saya harus lahir ke dunia?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang ditanyakan salah satu teman saya, ia menulisnya di status Facebooknya.
Setelah membacanya, saya baru sadar bahwa saya "secara tidak langsung" pernah bertanya pada diri saya sendiri, "Kenapa saya harus lahir ke dunia?", "Untuk apa saya harus ada di dunia dan mengalami semuanya?".
Dan saya yakin semua orang penah menanyakan hal yang serupa. Dan banyak orang yang tidak "benar-benar" menemukan jawabannya, dan bahkan mungkin ada yang tidak pernah menemukan jawabannya.
Ketika mereka tidak menemukan jawaban yang sebenarnya, hal itu mempengaruhi mereka untuk meresponi pertanyaan itu.
Bagi mereka yang hidup dalam tekanan dan masalah, mereka "sering" mendapati jawaban bahwa hidup mereka dan bahkan diri mereka sendiri adalah sebuah kesalahan. Mereka akan lebih sering memandang orang-orang diatas mereka, tetapi sulit memandang orang-orang dibawah mereka yang "mungkin" memiliki banyak tekanan dan masalah. Mereka menjadi orang-orang yang sulit bersyukur, diri mereka adalah tuhan mereka.
Namun, bagi mereka yang hidup dalam kelimpahan dan kemudahan, jawaban yang "sering" mereka dapati ialah bahwa hidup ini harus dinikmati, mereka hidup untuk menikmati segala sesuatu yang disediakan untuk memuaskan diri mereka. Apapun itu, dan tak jarang bahkan sering mereka melupakan orang-orang dibawah mereka. Mereka menjadi orang-orang yang egois, diri mereka adalah tuhan mereka.
Tapi, apakah jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan itu? Mengapa Tuhan memberi kita hidup jika ternyata hidup kita tak berarti?
Hidup ini berarti. Ia memberikan kita hidup agar kita melakukan hal baik yang menjadi kehendak-Nya. Ia memberi kita hidup agar setiap orang bisa saling memperhatikan dan memperlengkapi. Dan ketika hal itu terjadi, hidup ini akan semakin indah ^^
Mereka yang berada dalam tekanan dan masalah, akan bersyukur ketika melihat orang dibawah mereka, bahwa mereka lebih beruntung dari orang lain, akan bersyukur juga ketika melihat orang diatas mereka, bahwa tidak semua orang sanggup menghadapi tekanan dan masalah, dan bahwa mereka adalah orang yang belajar banyak untuk menghadapi tekanan dan masalah yang ada.
Mereka yang berada dalam kelimpahan dan kemudahan, mereka akan bersyukur betapa beruntungnya hidup mereka karena masih banyak orang yang tak seberuntung mereka. Dengan begitu mereka lebih menghargai hidup dan apa yang menjadi milik mereka.
Hidup itu berarti, dengan begitu yang berada dalam tekanan dan masalah akan saling menguatkan dengan orang yang mengalami hal serupa dengan mereka. Dan yang berada dalam kelimpahan dan kemudahan, mereka juga akan menguatkan orang yang mengalami tekanan dan masalah.
Hidup kita bukanlah milik kita sendiri, hidup kita milik Dia yang memberi kita hidup, hidup kita untuk Dia dan untuk manusia yang diciptakan-Nya. ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar